Srikandi KU

Srikandi KU

Selasa, 08 Juni 2010

Pria dan Bau Badan


Pria dan Bau Badan
Bau badan merupakan permasalahan yang melibatkan banyak orang pada kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak? Permasalahan bau badan (BB) membuat seseorang merasa tidak nyaman berdekatan dengan pemilik bau badan. Selain itu, bau badan dapat mengganggu penampilan dan rasa percaya diri si empunya BB.
APA YANG MENYEBABKAN BB?
Badan yang berbau tidak menyenangkan terjadi ketika seseorang berkeringat. Keringat ini timbul dikarenakan beraktivitas dan rasa gelisah ataupun cemas. Berkeringat merupakan proses alami untuk pengaturan suhu tubuh. Beberapa pria berkeringat lebih banyak dari yang lain. Bau badan masing-masing individu bervariasi dan biasanya akan hilang setelah mandi.
KERINGAT: si Penyebab Utama BB
Pada tubuh, terdapat dua kelenjar keringat; kelenjar apokrin dan kelenjar ekrin. Kelenjar apokrin menjadi aktif pada masa pubertas, sedangkan kelenjar epokrin aktif sejak bayi. Kelenjar ekrin terdistribusi hampir di seluruh bagian permukaan tubuh, berperan dalam pengaturan suhu tubuh. Sedangkan kelenjar apokrin terdistribusi terbatas pada bagian tertentu tubuh, diantaranya bagian kelamin, payudara, dan ketiak.
Keringat yang disekresikan kelenjar apokrin mengandung banyak lemak (berminyak), kental, steril dan tidak berbau. Namun, keringat ini akan berbau ketika terurai. Pada setiap helai rambut terdapat satu kelenjar apokrin dan mengandung bakteri yang berperan dalam proses penguraian sehingga timbulah bau badan. Keringat dari kelenjar ekrin tidak berbau karena keringat yang diproduksi kelenjar ekrin hampir seluruhnya mengandung air.
Bau badan lebih banyak mendominasi kaum adam dikarenakan aktivitas kelenjar apokrin pria lebih besar. Selain itu, aktivitas kelenjar apokrin yang baru aktif dimulai pada usia pubertas, maka umur turut berpengaruh pada bau badan. Penyebab bau badan akibat keringat dari kelenjar apokrin yaitu kurangnya kebersihan kulit dan pakaian.
Ini si Penyebab BB Lainnya
Selain penyebab utama bau badan sekresi kelenjar keringat yang kemudian terurai oleh bakteri, penyebab lainnya adalah rendahnya higienitas. Bakteri akan menguraikan keringat dan menghasilkan bau badan. Pada beberapa orang, mandi menggunakan sabun anti septik yang dikombinasi dengan krim antibiotik mengandung klindamisin atau eritromisin dapat membantu mengurangi bau badan yang sangat menyengat.
Yang menjadi penyebab lain bau badan diantaranya adalah kegemukan, makanan, rokok, menopouse, kelainan ginjal, gangguan liver, dan stress. Beberapa obat seperti tamoksifen dan pilokarpin kemungkinan turut mempengaruhi bau badan. Infeksi fungi, diabetes mellitus, dan gangguan saluran cerna juga turut berperan menimbulkan bau badan. Kopi dan stimulan lainnya dapat meningkatkan sekresi kelenjar apokrin dan berpeluang meningkatkan bau badan. Rasa cemas dan stress dapat meningkatkan risiko bau badan. Alkohol dan rokok dapat meningkatkan laju berkeringat pada seseorang.
Bagaimana Jika Saya BB?
Tenang saja. Umumnya penyebab BB adalah karena berkeringat yang kemudian keringat tersebut terurai bakteri. Hal mudah untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan deodoran dan antiperspirant yang dapat diperoleh secara bebas.
Antiperspiran merupakan sediaan yang mengandung komponen alumunium yang menutup kelenjar keringat secara sementara. Hal ini dapat mengurangi keringat yang berlebih pada kulit.
Deodoran dapat mengurangi bau badan, namun tidak mengurangi keringat. Umumnya, deodoran mengandung alkohol dan membuat suasana asam pada kulit sehingga membuat bakteri kurang aktif. Terkadang pada deodoran ditambahkan pengharum untuk menutupi bau keringat. Dapat juga digunakan di kaki (untuk menutupi bau kaki).
Tips yang diadaptasi dari berbagai sumber berikut dapat dicoba untuk membantu mengurangi keringat dan bau badan:
• Mandi setiap hari. Mandi teratur dapat membantu mengendalikan jumlah bakteri di kulit. Gunakan sabun antiseptik bila perlu.
• Gunakan pakaian yang longgar agar tubuh dapat “bernafas” dan mengurangi berkembangnya bakteri. Jenis kain juga ikut berperan. Jika memungkinkan, gunakan pakaian dengan serat alami, seperti katun, woll dan sutra. Ganti dan cuci pakaian yang kotor.
• Mencukur rambut di ketiak dapat mengontrol bau badan.
• Relaksasikan pikiran. Untuk mengurangi stress, lakukan aktivitas yang dapat merelaksasikan pikiran, seperti yoga maupun aktivitas lain.
• Gunakan juga antiperspiran di malam hari. Pastikan kulit dalam keadaan kering ketika menggunakan antiperspiran
Makanan atau minuman turut berperan menyebabkan bau badan tak sedap. Kurangi minuman berkafein, beralkohol dan kurangi makanan seperti bawang putih, bawang, dan daging. Jika memungkinkan anda bisa meminta seseorang (secara sukarela) untuk menguji bau badan sebelum dan setelah pengaturan pola makan untuk mengetahui hasilnya.
‘Semoga artikel ini bermanfaat dan anda tidak lagi bermasalah dengan BB’
Sebenarnya keringat sendiri biasanya tidak berbau, tetapi adanya bakteri yang terdapat pada kulitlah yang menyebabkan terjadinya bau pada keringat. Perubahan yang tak biasa pada jumlah keringat, baik menjadi lebih banyak (hyperhidrosis) ataupun keringat menjadi lebih sedikit atau tak ada keringat (anhidrosis) sebaiknya perlu diperhatikan. Demikian juga dengan perubahan pada aroma tubuh ataupun bau badan karena hal ini dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lain.
Untuk masalah keringat dan bau badan yang normal, perubahan gaya hidup dan perawatan kebersihan tubuh dapat mengatasi masalah tersebut secara efektif walaupun pada beberapa kasus, penggunaan antiperspirant ataupun deodorant akan sangat membantu.
Hal yang perlu di waspadai :
Perubahan pada bau badan dapat menjadi pertanda terhadap adanya beberapa kondisi medis seperti diabetes ketoacidosis ataupun kegagalan fungsi ginjal. Hubungi dokter anda bila mengalami beberapa masalah berikut :
• Tiba-tiba mengalami keringat yang bertambah banyak atau menjadi sedikit dari biasanya.
• Keringat mulai mengganggu aktivitas sehari-hari
• Mengalami masalah keringat pada malam hari tanpa alasan yang jelas
• Adanya perubahan pada bau badan
Penanggulangan sendiri untuk masalah bau badan :
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi keringat atau bau badan berlebih :
• Mandi setiap hari, mandi secara teratur dapat membantu mengatasi jumlah bakteri di kulit.
• Keringkan kaki sehabis mandi, mikroorganisme dapat tumbuh dengan subur di antara sela-sela jari kaki. Gunakan bedak kaki bila perlu untuk membantu menyerap keringat.
• Gunakan sepatu yang terbuat dari bahan alami. Sepatu yang terbuat dari bahan alami seperti bahan kulit dapat mengatasi kaki berkeringat karena bahan kulit tersebut dapat membuat kaki bernafas.
• Gantilah sepatu secara rutin. Sepatu tidak dapat kering hanya dalam waktu semalam, jadi usahakan untuk tidak menggunakan sepatu yang sama dua hari berturut-turut jika mengalami masalah kaki berkeringat.
• Gunakan kaus kaki yang tepat. Kaus kaki yang terbuat dari bahan katun atau wool dapat menjaga kaki menjadi kering, karena bahan-bahan tersebut dapat menyerap keringat. Untuk mereka yang aktif bergerak, kaus kaki untuk olahraga merupakan pilihan yang tepat.
• Sering mengganti kaus kaki. Gantilah kaus kaki setiap sehari sekali atau sehari dua kali bila mengalami masalah kaki berkeringat.
• Angin-anginkan selalu kaki yang berkeringat. Lepaskan alas kaki atau sepatu sesering mungkin atau bahkan sesekali cobalah untuk bertelanjang kaki.
• Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan alami. Pakaian yang terbuat dari bahan katun, wool ataupun sutera dapat membuat kulit bernafas. Pada saat berolahraga gunakan pakaian yang dapat menghilangkan kelembapan dari kulit anda.
• Gunakan antiperspirant pada malam hari. Saat menjelang tidur oleskan antiperspirant tersebut pada telapak tangan atau kaki yang berkeringat. Usahakan untuk menggunakan antiperspirant yang bebas parfum.
• Coba teknik relaksasi. Pertimbangkan juga untuk menggunakan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi ataupun biofeedback. Hal ini untuk membantu mengatasi stress yang dapat memicu timbulnya keringat.
• Ubahlah makanan anda. Jika makanan atau minuman tertentu dapat membuat keringat menjadi berlebih dan berbau, maka pertimbangkan untuk menghindari makanan atau minuman tersebut seperti minuman berkafein, ataupun makanan yang berbau tajam seperti bawang putih atau bawang Bombay.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar